Tentang Rasa dan Kebersamaan

Setiap orang ingin selalu mengapresiasi diri, bahasa kerennya mengaktualisasikan diri. Terkadang banyak orang yang masih menganggap bahwa apa yang dirasa itu selalu dalam kesedihan, banyak masalah, banyak agenda yang belum dikerjakan dan setumpuk hal-hal negatif itu diungkapkan. Orang tersebut biasanya ingin mencoba meluapkan masalah kepada temannya dan berbagi sharing terhadap permasalahannya. Sayangnya sedikit sekali orang yang mau bersifat terbuka, mau merubah sikap dan menerima nasehat. Terkadang seringnya ingin menang sendiri, sifat ke-aku-an yang besar dan segala egonya yang ingin selalu menang!.

Namun ada diantara kita seorang yang biasa-biasa saja, mengalir dengan apa adanya, menerima dengan segala kelapangan dada, mencoba untuk lebih terbuka dan mau menerima saran untuk merubahnya.

ilustrasi rasa kebersamaan

ilustrasi rasa kebersamaan

Saya cukup tersentak, ada apa dengan keterlibatan saya dengan rasa dan kebersamaan. Ternyata setelah terfikirkan, semuanya berawal dari rasa. Salah satu teman saya sebut saja Nasirun Khan. Dia mempunyai ilmu “sugesti”. Sugesti merupakan ilmu tentang rasa, yah.. dimana seseorang membimbing pikiran dan perasaannya terhadap sesuatu. Kalau bibir sariawan ketika makan makanan yang pedas, keripik, atau makanan keras, jeruk, dkk. mulut kita akan bilang terasa sakit, begitu pula sakit gigi. Sakit gigi kalau mendengarkan suara musik yang keras jadi bertambahlah sakitnya. Inilah sugesti. Sugesti telah membimbing pikiran kita untuk sakit.

Bahkan tidak hanya sakit, sifat yang lain pun begitu. Contohnya sikap. Kita selalu saja mengungkapkan rasa keluh, kesah, gundah, gelisah, dkk. Maka yang akan terjadi action kita akan menjawab apa yang dikeluhkesahkan. Katakan bisa maka kamu akan bisa. “You Can, If You Think You Can“. So, semuanya berawal dari rasa or sugesti. Maka bimbinglah rasa Anda ke arah yang positif dan luas ke depan.

Lalu apa maksudnya dengan kebersamaan. Kebersamaan merupakan lingkungan yang menentukan seseorang. Bilakah kita berkawan dengan seorang penjual minyak wangi maka kita akan mendapatkan wangi harum darinya. Nah kebersamaan ini juga lah yang membimbing kita ke arah yang lebih bersifat “penjagaan”. Oleh karena itu buatlah sedemikian bagus dan kondusifnya lingkungan. Karena kita butuh orang-orang yang shaleh, pintar, kaya dll. Butuh masukan, pencerahan dan teladan. Butuh kebersamaan yang selalu memberikan nuansa kehangatan dan perbaikan diri.  Semoga bermanfaat.

Jum’at malam, 5 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: