Pengembangan Ilmu Pengenalan Wajah (Filsafat Ilmu)

Harus bisa menjawab pertanyaan berikut;

  1. Ketelusuran/studi, penelusuran ilmu pengetahuan dan bidang apa yg melatarbelakangi..?
  2. Kekinian, menjelaskan masalah dan ilmu pengetahuan apa yg berkembang saat ini..?
  3. Kerencanaan, menjabarkan materi apa yg akan dikerjakan / dikembangkan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan..?

Dalam filsafat keilmuan, konsep pengembangan ilmu sistem pengenalan wajah dikenal dalam katagori sistem biometrika. Sistem Biometrika adalah sistem yang menggunakan bagian tubuh atau perilaku manusia untuk mengenali identitas seseorang secara otomatis dengan menggunakan teknologi komputer. Misalnya pengenalan sidik jari, tanda tangan, telapak tangan, wajah, iris/selaput pelangi, DNA, cara berjalan, bau, suara, dll.

Sistem pengenalan  wajah  bertujuan  untuk  mengidentifikasi wajah seseorang dengan cara membandingkan wajah tersebut  dengan  database  wajah   yang  sudah  ada. Pengenalan wajah dilatarbelakangi oleh adanya sistem identifikasi atau ferifikasi yang lebih akurat dibandingkan dengan code password yang memungkinkan orang lain dapat masuk ke dalam sistem.

diagram sistem biometrik

Diagram Sistem Biometrik (sumber; wikipedia)

Sistem biometrika menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah manusia dan kamera video digital (sensor) untuk autentikasi identitas seseorang. Tahapan pengenalan wajah meliputi tahap pre-processing, feature extractor, template generate (input database), tahap identifikasi (matching). Seseorang yang ingin mendapatkan akses ke sistem komputer akan dipindai wajahnya oleh kamera. Komputer kemudian menganalisa penempatan berbagai fitur wajah, seperti mata, hidung, dan mulut serta bentuk fitur tersebut.

Beberapa penelitian populer terkait teknologi pengenalan wajah menggunakan algoritma berikut;

  1. PCA (Principal Components Analysis)
  2. LDA (Linear Discriminant Analysis)
  3. SVM (Support Vector Mechine)
  4. EBGM (Elastic Bunch Graph Matching)

Terkait dengan penelitian pengenalan wajah saat ini berkembang dengan menggunakan banyak metode agar sistem dapat mengenali dengan identifikasi atau verifikasi wajah seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Amina Khatun dan Md. Al-Amin Bhuiyan pada tulisan ilmiah International Journal of Computer Science and Network Security (IJCSNS),Volume.11 No.1, January 2011 berjudul Neural Network based Face Recognition with Gabor Filters. Penelitian ini membahas sistem pengenalan wajah dengan ekstrasi fitur wajah menggunakan filter gabor dan identifikasi pengenalan wajah menggunakan Bidirectional Associative Memory (BAM) dan Back-Propagation Neural Network (BPNN). Ujicoba mengambil 200 gambar wajah dari 40 orang diperoleh tingkat pengenalan wajah 84,50%.

diagram alir

Diagram Alir

Sistem pengenalan wajah yang telah dilakukan tersebut, akan diteliti lebih dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan lain yang mampu mengenali wajah lebih akurat yakni 90% keatas. Penelitian akan menggunakan Jaringan syaraf tiruan tipe Learning Vector Quantization (LVQ) yang telah dijelaskan sebelumnya (Dwi Ely Kurniawan, 2011).

Filter gabor digunakan pada tahap ekstraksi fitur untuk menghasilkan fitur vector dan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ) digunakan untuk mengidentifikasi guna mengenali citra wajah seseorang.

Referensi;

1. Wikipedia; Biometric System

2. Amina Khatun, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: