Tulisan dari seorang teman yang menginspirasi kehidupan..

Bismillah…
Cerita ini berawal dari pertemuan rutin tiap pekan. Lingkaran kecil dan komunitas kecil. Namun, jiwa-jiwa yang hadir di sana selalu luar biasa, karena malaikat selalu memberikan doa dan menuliskan catatan amal di bukunya.

Setelah tilawah, tibalah waktunya taujih. Di sini lah kisah itu bermula, kisah yang penuh hikmah. Kali ini, yang menjadi giliran memberikan taujih adalah temanku. Sebelum memulai taujihnya dia mengedarkan senyum tulusnya ke wajah kami, saudara-saudaranya. Awalnya cerita yang disampaikannya tidak ada yang istimewa, berjalan datar dan apa adanya.

Di awal dia menceritakan pengembaraan seekor ikan yang hendak mencari makna kehidupan. Si ikan bosan dan selalu resah dengan lingkungan hidupnya. Lalu dia pun berenang sedikit ke daratan, melihat apa yang dilakukan makhluk di daratan. Sesampainya di sebuah sungai, dia mendengar suara. Suara itu berasal dari sebuah rumah yang tidak jauh dari sungai itu. Seorang wanita mengeluh atap rumahnya yang bocor dan lantai yang tergenang air. Wanita itu berkata, “Aduh…kapan ya hujan terus, kalau beginikan rumah kita bisa terendam air.”

Si ikan mulai penasaran, apa itu air. Makluk atau benda seperti apakah air itu, sehingga orang pun tidak suka kepadanya. Dengan membawa pertanyaannya dia pun mengembara ke daratan lainnya. sesampainya di sebuah danau, dia melihat ada seorang nenek sedang mengangkat sebuah ember yang berisikan air. Si nenek berbicara dengan suaminya, “Coba di rumah kita ada air, tentu kita tidak akan mengambil air di sungai yang kotor ini.”

sang pengembara

sang pengembara

Si ikan pun terkaget-kaget, nama air pun disebut-sebut. Kembali dia membelalakkan matanya, dan bergumam, “Apakah air itu.” Dia pun dengan berat hati kembali melanjutkan perjalanannya, sampai di daratan selanjutnya, dia m

elihat anak-anak menari-nari kegirangan dan berteriak, “Hujan-hujan…air-air…”

Karena terlalu lama melakukan pengembaraan, akhirnya si ikan pun lelah. Dia pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, si ikan pun tidak dapat berka-kata. Melihat keadaan yang sedikit berbeda, ayahnya pun menyuruhnya untuk tidur, “Nak, tidur lah…hari sudah malam. Wajahmu tampak lelah, pasti hari ini ekau terlalu banyak bermain.”Dengan nada berat si ikan pun bertanya kepada ayahnya, “Ayah, air itu apa?”
Ayahnya heran, dan tampak bimbang. Apa yang telah terjadi dengan anaknya, mengapa tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari anaknya. Dengan nada berat ayahnya berkata, “Tidurlah nak, tampaknya kau terlalu lelah sehingga engkau bertanya yang bukan-bukan.” Lalu ayahnya meninggalkan si ikan dengan sebuah pertanyaan yang belum mampu dia temukan jawabannya.

Si ikan pun memutuskan untuk bertanya ke ibunya. Dia menyampaikan pertanyaan yang sama ke ibunya. Ibunya pun menjawab sama dengan yang ayahnya sampaikan. Akhirnya dengan langkah gontai si ikan pergi ke kamar neneknya, lalu menanyakan pertanyaan yang sama seperti yang dia tanyakan ke ayah dan ibunya. “Nek, tolong aku. Aku tidak bisa tidur sebelum pertanyaan itu terpecahkan.” Keluh si ikan kepada neneknya.

Dengan bijak nenek pun menjawab. “Air itu sumber kehidupan kita. Air itu sumber kebahagian kita. Air itu sebuah berkah. Air ada di sekitar kita. Dengan air kita bisa berenang, kita bisa hidup, kita bisa bahagia. Air ada di sekitar kita.”

Dengan muka berseri si ikan pun kembali ke tempat tidurnya dan menemukan jawaban dari pengembaraannya.

***
Sahabat,terkadang kita tidak ubahnya seperti si ikan dalam cerita di atas. Kita tidak henti-hentinya mengembara, mencari sebuah pertanyaan yang tanpa kita sadari jawabannya bisa jadi ada di sekitar kita. Kita terus bertanya ke orang-orang apa arti kebahagian, apa sumber kebahagian, dan apa inti dari kebahagiaan.

Kita terkadang tidak sadar, kebahagiaan itu ada di sekitar kita, ada di dekat kita. Bisa jadi sumber kebahagian itu adalah orang tua kita sendiri, adik kita, sahabat kita, teman-teman kita, istri kita, suami kita, anak kita, dan oarang-orang yang dekat dalam kehidupan kita. Atau bisa jadi kita sendirilah yang menjadi inti dari kebahagian itu. Bisa jadi, kita lah yang telah mengukir kebahagian itu di lembar-lembar kehidupan orang lain.

Sahabat, berbahagialah saat semuanya berbahagia. Tertawa lah di saat semuanya tertawa. Sejatinya sumber kebahagian yang sebenarnya adalah kita mampu memberikan yang terbaik untuk orang yang ada di sekitar kita. Sumber kebahagian bagi orang lain…laa tahzan..karena Allah selalu ada di sela nafas kita, di tiap aliran darah kita, dan ditiap detakan jantung kita.

***
Nyesss…jantungku berdegup kencang. Aliran darahku semakin memburu di sela helahan nafasku. Otakku memompa segala memori yang telah lama terekam. Cerita ikan dan pengembaraannya itu menyadarkan diriku. Terlalu lama aku melupakan hal-hal kecil dan mengharapkan hal-hal yang besar. Itu lah aku, si ikan yang sering kali gelisah dalam pengembaraannya…
Masih dengan senyum tulusnya, temanku akhirnya menutup ceritanya dengan mengajak saudara-saudaranya untuk merenungi kembali hal kecil yang sering terlupakan.

Teruntuk mama, papa, adik-adikku, dan para sahabat yang selalu menjadi sumber inspirasi bagiku.
Lembah Pengasingan, 280410

Tulisan dengan tema “Sang Pengembara” dari tag catatan fb Nazdilla.. Semoga mengispirasi… :-):-):-)

4 Responses to Tulisan dari seorang teman yang menginspirasi kehidupan..

  1. Jadi ingat buku, Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Ada Untukku?

  2. Cara terbaik memimpikan masa depan adalah dengan merencanakannya di masa kini.
    Mau? Akses aja: akarsejarah.wordpress.com

  3. ikhs says:

    @Syamsyudin; promosi nih.. (yuk.. mari menulis..🙂 )

  4. ichan says:

    sangat menginspirasi mas., makasih sudah berbagi., ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: