Cooperative Learning with Classroom Blogging

Tugas seorang guru adalah menciptakan pembelajaran di kelas yang baik, nyaman dan kondusif, dimana siswa mampu bekerja sama dengan siswa yang lain. Hal ini akan menjadi lebih baik dibandingkan dengan kompetisi yang tidak sehat diantara siswa. Sehingga mendukung pembelajaran konstruktivisme.

Menciptakan blog sebagai media pembelajaran, merupakan alternative yang bias dicoba. Karena  blogging telah menyediakan semua itu. Pembelajaran konstruktivisme yang dimaksud disini siswa membangun sendiri pengetahuannya dari pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya (pengalaman). Membagi gagasan-gagasannya dengan para siswa yang lain menyediakan peluang untuk mengkritik gagasan dan memperbaiki gagasan serta mengembangan gagasan-gagasan tersebut menjadi gagasan baru yang lebih baik.

Blog merupakan alat terbaik menurut saya, untuk menyediakan kondisi agar para siswa mampu bekerja sama dalam belajar. Interaksi di dalam kelompok dapat menolong proses pembelajaran. Dengan catatan individu tersebut, mampu merumuskan kembali pengetahuannya.

Blog membantu para siswa untuk bekerja dan berpikir satu sama lain. Hal ini mendukung pembelajaran diluar kelas konvensional. Hal ini juga dapat menarik keahlian atau skill yang dapat diketahui oleh semua orang di seluruh dunia.

Riset-riset yang telah dilakukan terkait cooperative learning with Classroom Blogging antara lain;

  • Cooperative learning mempunyai manfaat bagi mereka dan di luar mereka dengan model-model yang lebih tradisional, yang cenderung lebih kompetitif (antara bersifat perseorangan dan bersifat prestasi) dan lebih produktif dalam pembelajaran (Johnson, 1994).
  • Hasil belajar yang secara umum tidak mempertimbangkan akademis serta merangsang kemampuan dalam bekerja dengan orang lain, rasa percaya diri dan menguasai materi secara mendalam. (McConnell, 2000).
  • Campbell study ( 2003) menyatakan, Cooperative learning menggunakan weblog di dalam kelas universitas dengan suatu pendekatan studi kasus menunjukkan bahwa keaslian terhadap hasil karyanya dan rasa kepemilikan yang lebih terhadap weblog mereka. Hal ini mampu memotivasi intrinsik siswa dan mendorong reflective learning. Hal ini dapat membangun identitas dan keterampilan mereka lewat online secara tidak langsung di luar pembelajaran, dengan fokus topik/tema tertentu yang mereka tuliskan pada blog.
  • Clara Coutinho (2007) belajar tentang learning community di dalam pendidikan tinggi dengan menggunakan weblog juga menunjukkan bahwa tanggung-jawab individu atau kelompok pada hubungan antar pribadi dan menggolongkan keterampilan para siswa dalam aktifitas belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: