Antara Impian dan Pilihan Hidup, Bersyukurlah..

Semua orang bisa bermimpi, karena mimpi adalah sebuah hal yang pasti semua orang dapat melakukannya, namun sedikit orang yang bisa bermimpi setinggi-tingginya. Harusnya kita selalu ingat bahwa Allah mengikuti perasangkaan hambanya. Beliau Rasulullah saw menerangakan melalui hadis Qudsi.

“ Allah Swt berfirman.” Aku sesuai dengan prasangkaan hamba-Ku dan Aku bersama hamba-Ku,apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya,maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang,maka Aku akan mengingatnya dihadapan sekumpulan orang-orang yang lebih baik dari mereka. Jika ia mengingat-Ku satu jengkal,maka Aku mengingatnya satu hasta. Jika ia mengingat-Ku satu hasta,maka Aku akan mendekatinya satu depa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan,maka Aku akan mendatanginya dengan berjalan cepat.” (Hr Bukhari dan Muslim).

Kembali pada impian, kadang seorang bukan sulit untuk merencanakan sesuatu namun sulit menentukan tujuan hidup. Nah hal inilah yang saya dapatkan selama ini. Begitu sulit untuk dibenturkan oleh pilihan hidup. Impian yang sudah kita rangkai dengan sempurna namun harus dihadapkan sebuah pilihan hidup. Kita semua tahu bahwa hidup ini memang untuk memilih jalan. Jalan dimana Allah telah bentangkan, untuk mahluk-Nya.

Impian itu adalah keinginan saya untuk menjadi guru atau dosen. Keinginan atau impian ini berawal ketika saya menginjak sekolah di SMA  dan diperkuat setelah kuliah, terinspiasi oleh keluarga guru serta perjuangan seorang teman. Agustus 2009 kuliah itu pun terselesaikan, pasti lah banyak keinginan untuk mulai berkiprah dan memasukkan lamaran kesini, kemari. Disinilah saya berangan-angan tentang semua keinginan dan pilihan hidup itu.

September-Desember adalah bulan rekrutment CPNS baik guru, dosen, tenaga kerja departemen dll. Sekitar ratusan ribu orang berebut untuk mendapatkannya, berharap mendapatkan tempat kerja yang baik dan nyaman (PNS). Ketika itu saya putuskan dua pilihan yakni menjadi guru TIK (PNS) atau melanjutkan studi S2 untuk menjadi dosen (PNS). Dua pilihan ini adalah doa saya ketika saya akan ikut tes CPNS. Tes CPNS guru TIK di Jawa Barat dan Banten.

Kota Tangerang dan Cimahi adalah testing CPNS yang saya pilih. Ikhtiar saya kerjakan tapi akhirnya tidak lolos, ya tidak lolos dua-duanya. Namun saya yakin pasti Allah memberikan yang terbaik untuk saya yakni melanjutkan studi S2 dan menjadi dosen. Amiin..

Sebuah ihktiar membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Mungkin ini jawaban dari Allah bahwa saya yakin 2 opsi yang menjadi impian dan pilihan hidup. Apakah melanjutkan study atau langsung PNS jadi guru TIK. Syukur alhamdulillah terijabahnya doa saya diterima di Program Magister Sistem Informasi UNDIP.

Saya harus semakin yakin. Tujuan hidup memang harus menjadi prinsip dan tepatri di dalam diri kita. Sehingga aktivitas yang dikerjakan benar-benar akan menjiwainya. Selamat Berjuang…!!!

Untirta, tunggu aku dibatas waktu…🙂

2 Responses to Antara Impian dan Pilihan Hidup, Bersyukurlah..

  1. maryam says:

    oooh … wara-wiri ke undip itu karena ini toh…
    Selamat -selamat …

  2. ikhs says:

    Yups…! Sebenarnya ndak ke undip aja yam..🙂 udah ke jogja (UGM) dan bogor (IPB).. Akhirnya dapat di Semarang. Yaa sedang mencari pilihan hidup yang lebih baik. Makasih sudah berkunjung ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: