Metode Pembelajaran E-Learning

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bergerak begitu cepat dan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kebutuhan manusia. Layaknya virus yang setiap saat dapat menyebar pada semua objek yang dihinggapi, baik dari e-commers, e-bussines, e-government, e-learning, e-edukasi, dll. Sehingga mau tak mau proses pembelajaran dimasa saat ini menuntut kebutuhan dimasa mendatang, dan perlu adanya sebuah percepatan dalam proses belajar mengajar, yang bermuara pada pembelajaran yang lebih efektif, efisien dan optimal. Serta memiliki wawasan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat luas dan kompeten bagi siswa. Maka dalam hal ini, menyediakan pembelajaran bagi siswa untuk dapat update pengetahuan dan bertanyajawab, setiap saat dimanapun dan kapanpun siswa berada merupakan tantangan bagi institusi pendidikan untuk menyediakan sebuah pelayanan pembelajaran tersebut.

Saat ini pun istilah e-learning, online learning, web based training, online courses, web based education sudah menjamur dikalangan pendidikan. Hal tersebut dapat dicermati dari penyelenggaraan e-learning oleh berbagai institusi pendidikan.

Lahir dan berkembangnya e-learning dalam dunia pendidikan diharapkan mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi sekaligus mengatasi tiga masalah besar pendidikan khususnya di Indonesia sebagaimana ditulis dalam Rencana Strategi (Renstra) Pendidikan Nasional 2005-2009, yaitu (1) pemerataan dan akses pendidikan, (2) mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (3) tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.

Pemanfaatan e-learning sangat diperlukan dalam membangun sektor pendidikan di Indonesia, khususnya berkaitan dengan masalah pemerataan dan akses pendidikan. Karena masalah ini terkait erat dengan jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar yaitu diperkirakan berjumlah 234.693.997 jiwa pada tahun 2007 (Wikipedia Indonesia, 2007).

Kemajuan teknologi modern khususnya berkaitan dengan kemajuan computer, merupakan salah satu factor pembaharuan yang tidak hanya dalam sector bisnis, ekonomi, komunikasi, dan perdagangan, tetapi juga dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan pemerintah dan masyarakat umumnya telah memberikan perhatian yang mendalam terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang saat ini. Sebab sangat disadari bahwa peranan teknologi dapat membantu pelayanan berbagai kemudahan dalam segala bidang.

Dalam hal pendidikan misalnya membantu mencapai sasaran dan tujuan pendidikan tersebut. Sehingga kegiatan belajar dan mengajar lebih berkesan dan bermakna. Beberapa penerapan teknologi dalam dunia pendidikan tersebut seperti virtual learning, distance learning, mailing and telephone, computer mediated communication, computer based training, e-learning dan tutorial electronic, mampu mendukung untuk mengembangkan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.

“Elearning is instructional content or learning experiences delivered or enabled by electronic technology.” (Thompson, Ganxglass dan Simon(2000))

“The ability to learn faster than your competitors may be the only sustainable competitive advantage”, (Arie DeGeus)

Bila diartikan kurang lebih pembelajaran elektronik (e-learning) menurut Thompson, Ganxglass dan Simon adalah isi instruksi atau pengalaman pelajaran yang dikirimkan atau yang dapat memungkinkan menggunakan teknologi elektronik. Maksudnya berisi sebuah instruksi materi yang dapat diupload dan update dengan tugas-tugas atau latihan (jobsheet) serta diskusi tanyajawab. Atau lebih singkatnya dapat diartikan kegiatan belajar dan mengajar secara online.

Eleraning menurut Arie DeGeus adalah kemampuan untuk belajar lebih cepat dari pesaing Anda (mungkin) merupakan satu-satunya keuntungan kompetitif yang berkesinambungan. E-learning dapat memberikan flexibilitas, interaktifitas, kecepatan dan visualisasi melalui berbagai kelebihan berbagai teknologi. Berdasarkan konektifitas dan komunikasi, e-learning merupakan upaya untuk menciptakan hubungan pembelajar (siswa) dengan sumber belajarnya (guru, pakar ilmu, perpustakaan, laboratorium) yang tidak terikat ruang (tempat) dan waktu.

Berdasarkan informasi saat ini bahwa tahun 2006, 3.5 juta siswa belajar online learning di US dan pertumbuhan online learning untuk sektor swasta di US (2004): 40% dari jumlah penduduknya. Sedang untuk Indonesia banyak potensi yang bisa dikembangkan melalui online learning ini bias dilihat untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terdapat 77 institusi pendidikan sedang swasta tedapat 1.293 institusi pendidikan (berdasarkan data tahun 1996), jumlah SMA: 48.964 institusi pendidkan, jumlah SMP: 20.721 institusi pendidikan, penduduk terbesar ke empat di dunia dengan 13.000 pulau (6.000 dihuni), konsentrasi di pulau Jawa.

Referensi;

1. Ilmukomputer.com dan Romisatriawahono.net

2. Wikipedia.org

2 Responses to Metode Pembelajaran E-Learning

  1. dwi says:

    mas kalau bedanya e-learning dengan cyber school?

  2. ade says:

    Contoh elearning untuk PT:
    http://elearning.gunadarma.ac.id/
    Untuk bahan ajar:
    http://ocw.gunadarma.ac.id/
    Untuk paper:
    http://repository.gunadarma.ac.id/

    Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: