Konflik Menjadi Diri Yang Sebenarnya dan Seutuhnya?

Pernahkah Anda merasakan bahwa orang-orang sekitar ternyata tidak “memahami” Anda? Bahwa meraka benar-benar tidak mengenal siapa diri Anda sebenarnya dan apa yang dapat mereka andalkan agar Anda dapat melakukan untuk mereka?

Pernahkah Anda merasakan bahwa hubugan-hubungan di dalam kehidupan Anda sedikit menyimpang dari cita-cita Anda dan apa yang sesungguhnya An

da khendaki? Bahwa Anda terpaksa menentukan pilihan-pilihan, antara yang menyenangkan dan ada sebagian diantaranya yang tidak menyenangkan. Ingin menjadi seperti apakah diri Anda nantinya, menurut pengetahuan dan keinginaan.

Pernahkah Anda merasakan adanya ketidakselarasan antara yang menggangu diantara kehidupan pribadi dengan pekerjaan Anda ? Bahwa ada konflik diantara tuntutan pekerjaan, karir di masa depan, dan usaha Anda sekarang, dengan nilai-nilai yang Anda pertahankan.

Di dalam diri Anda dengan setiap kasus yang datang terdapat jarak antara persepsi dan kenyataan antara Anda yang sesungguhnya dengan orang lain yang melihat diri Anda. Di kampus, di kantor, di rumah, di dalam lingkungan masyarakat yang Anda kenal, Anda belum mendapat rasa kepercayaan yang besarkarena siapa diri Anda dan apa yang sesungguhnya Anda yakini tidak didapatkan. Entah bagaimana lingkungan telah membuat Anda untuk tidak menjadi diri Anda sepenuhnya dan sebenarnya.Bagi saya, menjadi diri saya yang sebenarnya dan seutuhnya itu adalah sebuah kekuatan dalam diri untuk melakukan apa yang seharusnya saya lakukan untuk berfikir lebih luas.

  1. Menjadi pribadi yang kuat itu khas, menjadi pribadi yang kuat, dengan memutuskan apa yang saya yakini untuk bertekad, bertindak dengan keyakinan tersebut. Pada saat itulah saya membuat improvisasi diri yan g membedakan diri denga yang lain.
  2. Me njadi pribadi yang kuat itu relevan, menjadi khas itu bukan sa tu-satunya yang berarti bagi orang lain, jika apa yang saya pe rjuangkan tidak relevan bagi mereka. Memahami dan m emperhatikan apa yang mereka anggap penting, juga merupakan hal yan g penting bagi saya. Efek sinergi inilah yang saling memerlukan dari sika p saya yang khas dan relevan terhadap keadaan.
  3. Menjadi pribadi yang kuat itu konsisten, menjadi diri yang kuat pun harus kons isten, yakni melakukan hal-hal yang khas dan relevan secara terus-menerus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: