E-learning dan CMS Moodle

Ada berbagai software model e-learning yang dapat digunakan, namun dalam hal ini saya mengambil moodle karena bersifat free dan opensource atas kebijakan pemerintah dengan IGOS-nya. Oleh karena itu moodle sesuai untuk digunakan. Moodle adalah suatu sistem manajemen kursus sumber terbuka (CMS) yang digunakan oleh universitas, perguruan tinggi setempat, sekolah, bisnis, dan bahkan instruktur individu untuk menambahkan teknologi web kepada kursus mereka.

Moodle sekarang ini digunakan oleh lebih dari 2.000 organisasi bidang pendidikan di seluruh bumi untuk kursus online dan untuk melengkapi face-to-face kursus tradisional. Moodle ada tersedia untuk cuma-cuma pada Web ( http://www.moodle.org), maka seseorang dapat download dan menginstal pada PC. Moodle merupakan Course Management System (CMS), yaitu suatu paket software yang didesain untuk membantu pendidik dalam membuat suatu kursus online yang berkualitas dengan mudah tanpa membangun dari awal namun menggunakan software yang telah dikembangkan oleh Martin Dougiamas. Moodle mendorong explorasi dan interaksi antara para siswa dan para guru. Sebagai seorang perancang kursus dan guru akan mempunyai banyak tools yang telah disediakan oleh moodle. Sehingga dapat digunakan dan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih interaktif mungkin.

Dalam pelaksanaan program model pembelajaran e-learning ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang mungkin sering terjadi seperti; Kelebihan dari pemanfaatan internet untuk e-learning

  1. Tempat sebagai kelas tidak membutuhkan bentuk fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi internet.
  2. Melalui internet institusi akan dapat lebih fokus dalam penyelenggaraan program pendidikan.
  3. Program e-learning dapat dilaksanakan dan diupdate secara cepat
  4. Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time maupun non-real time.
  5. Mengakomodasi keseluruhan proses belajar dan juga transaksi.
  6. Dapat diakses dari lokasi manasaja dan bersifat global.
  7. Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis.
  8. Peserta belajar dapat terhubung ke berbagai perpustakaan maya di seluruh dunia dan menjadikannya sebagai media penelitian dalam meningkatkan pemahaman pada bahan ajar.
  9. Guru/instruktur dapat secara cepat menambahkan referensi bahan ajar yang bersifat studi kasus, trend industri dan proyeksi teknologi kedepan melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta terhadap bahan ajarnya.

Kelemahan yang dapat timbul dalam pemanfaatan internet untuk e-learning

  1. Kurang dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang disebabkan oleh buruknya perancangan aplikasi web learning sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna, misalnya tidak user friendly, tidak reliabel dan proses yang tidak jelas.
  2. Para pengguna tidak mengetahui dan mengenal secara baik sistem yang digunakan yang disebabkan lemahnya sosialisasi dari sistem (user guide)
  3. Waktu akses yang lambat karena bandwidth yang kecil dan buruknya perancangan materi yang memiliki ukuran file yang besar (akibat adanya unsur audio, video).

Referensi; Setiawan, Wawan. 2006. Pembelajaran Berbasis ICT: Model E-Learning Menggunakan Opensource Moodle. Dalam Buku, Mimbar Pendidikan, Penerbit: UPI Press. Edisi; 2006. Riordan, Matt. Free Handbook Moodle for “teacher manual”. Cole, Jason. 2005. Using Moodle. Publisher: O’Reilly. Kunjungi situs: http://www.moodle.org dan http://www.moodle.com

One Response to E-learning dan CMS Moodle

  1. poe says:

    mau tanya..
    kelemahan moodle untuk pembelajaran e-learning jika dibandingkan CMS yang lain apa y?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: