Guru Honorer TIK Sulit Ikuti Tes CPNS

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan guru honorer mata pelajaran Teknologi  Informasi dan Komunikasi  (TIK) tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti tes CPNS pada penerimaan CPNS Kota Bandung tahun 2009. Pasalnya, kualifikasi yang ditetapkan pemerintah Kota Bandung tidak sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki oleh guru honorer.

“Tidak ada satu pun guru honorer Kota Bandung yang memiliki kualifikasi S1 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan seperti yang disyaratkan dalam pengumuman. Padahal honorer TIK jumlahnya hampir 250 orang mulai dari tingkat SMP, SMA, dan SMK. Ini yang kami pertanyakan, kenapa kualifikasi yang ditetapkan tidak sesuai padahal ada jurusan lain yang lebih kompeten,” kata Sekretaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Informasi dan Komunikasi Kota Bandung Alan Ridwan Maulana yang ditemui di SMAN 4 Bandung, Jln. Gardujati Bandung, Rabu (4/11).

MGMP, kata Alan menyayangkan keputusan yang diambil oleh pemerintah Kota Bandung dalam menentukan kualifikasi guru TIK. Sebab ini artinya tidak ada kesempatan bagi honorer TIK untuk melamar sebagai CPNS, padahal ini adalah pertamakalinya formasi guru TIK dibuka di Kota Bandung.

“Sebenarnya kami berterima kasih pemkot sudah mendengar aspirasi kami dengan membuka formasi untuk TIK, tapi ternyata kami tidak bisa ikut. Bukan kami ingin secara otomatis diterima sebagai PNS, tapi setidaknya kami diberi kesempatan untuk bersaing secara terbuka dengan peserta umum lainnya,” ungkapnya.

Dalam formasi tahun ini, kata Alan, pemkot membuka kesempatan kepada 17 orang untuk menjadi guru TIK. Tujuh untuk tingkat SMP, lima SMA dan lima SMK. “Yang kami sayangkan ini hanya terjadi untuk formasi guru TIK saja, sementara untuk yang lain jauh lebih fleksibel dan kualifikasinya sesuai dengan bidangnya. Misalnya pendidikan lingkungan hidup, yang dibuka bagi sarjana biologi atau teknik lingkungan dengan tambahan Akta. Begitu juga di daerah lain, yang juga lebih terbuka bahkan tidak mencantumkan jurusan khusus. Asalkan S1 dilengkapi Akta,” ungkapnya.

Alan berharap, dalam penerimaan CPNS tahun depan pemkot yakni dinas pendidikan bisa mengubah kebijakan ini, sehingga honorer yang selama ini sudah mengajar sebagai guru TIK di sekolah masih memiliki kesempatan. “Setidaknya ada tiga jurusan yang sekarang dimiliki teman-teman guru TIK, yakni Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informatika. Jurusan ini yang seharusnya menjadi kualifikasi karena lebih tepat,” ucapnya.

Sumber dari: Pikiran Rakyat

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: